MuseMyLife.Com



MuseMyLife.Com is the video search engine. We have indexing the millions videos from all around the world in MP3, MP4, 3GP, WEBM, AVI, FLV, and MKV format

Title:Saksi Kunci Sebelum Pencuri Ampli Masjid Dibakar Warga Berikut Ceritanya
Duration:00:10:16
Viewed:628,892x
Published:07 August 2017
Source:Youtube
Like This:Seorang pria berinisial MA tewas dibakar massa karena diduga mencuri amplifier untuk pengeras suara di musala Al-Hidayah, Babelan, Kabupaten Bekasi. Marbut musala, Rojali, menjadi saksi kunci peristiwa pencurian yang terjadi pada Selasa (1/8) sore itu.
Kecurigaan Rojali terhadap MA bermula saat dirinya berpapasan dengan MA di musala tersebut, usai dirinya menunaikan salat ashar dan sedang membersihkan serta menata musala untuk acara keagamaan malam harinya.
"Setelah saya mengidupkan Sanyo (mesin air) yang ada di samping, saya jalan turun ke depan masjid dan saya berpapasan dengan orang yang inisialnya MA itu. Saya tak kenal dia. Saya mau ke counter saya yang tak jauh dari musala meladeni pembeli, dia (MA) masuk ke musala," ujarnya kepada kumparan (kumparan.com), di Musala Al-Hidayah, Sabtu (5/8).
Setelah melayani pembelinya, Rojali langsung kembali ke musala dan membersihkan pelataran belakang musala. Saat itu ia sempat tak melihat keberadaan MA, namun sebuah motor Revo berwarna merah masih terparkir di halaman musala.
"Nah setelah itu saya aktifitas di belakang nyiram-nyiram, kemudian ada yang beli pulsa lagi. Setelah saya layani, saya balik ke musala lagi. Nah saat perjalanan balik ke musala itu saya sempat lihat si MA jalan ke tempat wudlu dan dia langsung masuk musola," kata Rojali.
"Musala kita kacanya gelap, kalau dari dalam keliatan kalau dari luar gak keliatan, jadi aktifitas di dalam kita tidak pernah keliatan. Lalu posisi ditutup dari dalam karena AC selalu stand by, saya enggak tahu apa yang dilakukan dia di dalam," lanjutnya.
Tak lama kemudian, kata Rojali, MA keluar dari dalam masjid dan kembali berpapasan kedua kalinya dengan dirinya di pekarangan tempat MA memarkir motornya. Namun lagi-lagi, tak ada tegur sapa sama sekali saat itu.
Kecurigaan Rojali semakin bertambah saat ia mendapati pintu musala tak tertutup rapat usai MA keluar.
Ia semakin yakin bahwa MA bukan warga asli Babelan, sebab menurutnya warga yang biasa datang ke musala tersebut selalu menutup pintu musala rapat-rapat, karena musala itu kerap disinggahi berbagai ternak warga akibat tak dikelilingi pagar.
"Saat dia awal mau masuk musala, dia parkir di samping counter saya kepapasan, pulangnya pun kami kepapasan juga. Antara dia masuk kemari sama keluar, kami papasan, dua kali papasan tanpa tegur sapa sama sekali, enggak ada basa basi. enggak ada tegur sapanya sama sekali," jelas Rojali.
"Dari situ saya sudah mulai curiga sebenarnya. Tambah lagi pas ketika dia mau keluar naik motor, selain enggak ada tegur sapa, saya liat posisi pintu masjid ini juga dalam kondisi tidak tertutup seperti awal. Saya berpikir kok cuma nutup pintu saja apa susahnya. Padahal kalau di sini kadang kambing, ayam, bisa masuk karena kita posisi enggak ada pagar," imbuhnya.


SHARE TO YOUR FRIENDS